Malaikat Penghuni Padang Perak
layang-layang kertas minyak
terbangkan anganku dari landasan rumput
tempatku tidur dalam sentuhan langit
yang basa embunnya ikat ku dalam mimpi
ilalang perak malam hari
terkena sinar rembulan yang purnama
ada malaikat yang sedang mandi
diatas padang rumput angan
menari bersamaku dalam lingkaran hidup
tanpa busana, tak ada malu
wanita dan pria khayalan
menari bersama, riang tanpa pikiran apa-apa
tak ada dosa, tak ada jahat
yang ada hanyalah gembira
tanpa sehelai apapun penutup insan
tak ada hati yang menutup pintu
tak ada rahasia
sebuah utopia malam rembulan
yang lembut disanggah oleh ratu
tidur berdua tanpa sehelai penutup
ulangan waktu malam hari
masih layang-layang kertas minyak
terbang bawa anganku tinggi
rasa aneh menyusup dada
baring berdua dengan malaikat cantik tanpa busana
saling genggam tangan tanda suka
saling tatap antara mata
seperti ingin bercinta, tanpa syarat lagi
dia diam, akupun diam
aku hanya akan menunggu tanpa apapun
aku takkan mengeluh
setidaknya, aku akan mencoba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar